



Sabun Sandstouch dibuat dengan mencampurkan minyak kelapa dengan berbagai minyak tumbuhan seperti biji anggur, canola, bunga matahari, zaitun dan wijen bersama dengan sodium hidroksida (soda api) dan air, dengan bahan-bahan lain seperti minyak esensial dan aloe vera yang ditambahkan untuk meningkatkan nilai estetika sabun kualitas pengobatannya.
Kebanyakan sabun-sabun yang diperdagangkan menggunakan minyak kelapa sawit. Kami di Sandstouch tidak akan menggunakan minyak kelapa sawit dalam sabun-sabun kami dan inilah beberapa alasan mengapa.
· Kebanyakan minyak kelapa sawit dunia adalah berasal dari perkebunan di Indonesia dan Malaysia;
· Buku Pencatat Rekor Dunia menyebutkan Indonesia sebagai negara dengan angka tertinggi penebangan hutan tercepat di dunia;
· Kalimantan telah kehilangan setengah dari hutan lindungnya, sementara Sumatra telah kehilangan lebih dari 70 persen;
· Program Lingkungan PBB memperkirakan bahwa pada tahun 2020, 98% dari hutan hujan milik Indonesia dan Malaysia akan menghilang.
· Industri kelapa sawit sangat berperan besar: mereka telah memusnahkan lebih dari 10 juta hektar hutan hujan hanya untuk menciptakan perkebunan-perkebunan kelapa sawit di Sumatra dan Kalimantan.
· Hutan yang menjadi target incaran industri kelapa sawit adalah satu-satunya habitat orang-utan yang masih ada.
· Dengan menyusutnya habitat tersebut, populasi-populasi orang utan menurun dengan cepat.
· Perkebunan-perkebunan kelapa sawit sering dipaksakan dan terkadang secara tidak resmi didirikan di atas tanah yang secara tradisional dimiliki oleh orang-orang pribumi;
· Para pekerja perkebunan bekerja dengan mendapatkan gaji-gaji yang rendah dan hidup dalam kondisi yang menakutkan, jadi industri kelapa sawit sesungguhnya bukan membuka lapangan pekerjaan, melainkan bahkan menjebak orang-orang masuk dalam kemiskinan.
· Perusahaan-perusahan kelapa sawit melakukan pembakaran hutan untuk membersihkan lahan, dan itu berarti melepaskan sejumlah besar sekali karbon ke dalam atmosfir.
· Mereka juga membersihkan, mengosongkan, dan membakari tanah subur, hal itu membangkitkan sejumlah amat besar gas CO2 dan akhirnya turut menyumbangkan status yang tidak diinginkan bagi Indonesia yaitu sebagai negara terbesar ke 3 yang terpolusi CO2, setelah Amerika Serikat dan Cina.
We are grateful to our friend Henny Yulisetiowati Soetjahyo for the superb translation.
Copyright 2010 - 2011 Sandstouch. All rights reserved.